Air Terjun Banangar
AIR terjun Banangar adalah merupakan
air terjun terbesar di Kabupaten Landak, yaitu dengan lebar 60 meter
dan tinggi 60 meter. Keunikannya: di bawah air terjun terdapat danau
kurang lebih 2 Ha terbentuk bulat yang dapat digunakan untuk mandi,
berenang dan memancing ikan atau udang. Dikiri atas air terjun terdapat
tempat tersebut memohon rejeki kepada Jubata (Tuhan Yang Maha Esa) yang sudah dilakukan ratusan tahun yang lalu sampai sekarang ini. Selanjutnya diatas air terjun Banangar terdapat Gunung Pajapa yang hutanya masih utuh dan dilindunggi yang dapat digunakan untuk panjat tebing dan terbang laying (gantole).
Dihilir air terjun dapat digunakan untuk olahraga Arung Jeram. Terletak di Dusun
Perbuak Desa Merayuh Kecamatan Air Besar, 70 Km dari arah Ngabang,
ditempuh dengan menggunakan mobil dan speedboat/mptor pepet selama 3, 5
jam. (wan)
Goa Sanjan
DI sebelah kanan
air terjuan Banangar terdapat sebuah goa yang unik dan lain dari
goa-goa di Kalimantan Barat. Goa ini dikenal masyarakat dengan nama Goa Sanjan. Keunikannya bila
pengunjung akan memasuki lorong goa dilakukan dnegan jalan tiarap,
kemudian jalan jongkok baru berdiri dan sebelumnya memasuki goa badan
pengunjung terlebih dahulu di ikat dengan tali yang ujungn
ya di ikatkan dipohon atau batu yang berada di luar goa agar pengunjung
dapat kembali menemukan jalan pulang karena di dalam guoa banyak
terdapat lorong atau persimpangan. Jika tidak hati-hati, bisa dipastikan kita tidak akan bisa kembali pada jalan semula. Sementara
itu dimulut gua dapat dijadikan tempat istirahat (tidur) sambil
menikmati suasana alam yang segar dengan air terus menetes didinding
luar gua tersebut. Jika anda tertarik dengan petulangan ini, tidak salah
mencobanya baik dengan sahabat-sahabat atau saudara ada suka dengan tantangan ini. Untuk bisa sampai ditempat ini, kita harus pergi di Dusun Perbuak Desa Merayuh Kecamatan Air Besar. (wan)
Rumah Panjang Saham
MENDENGAR nama rumah panjang saham, tidak asing lagi masyarakat Kabupaten Landak, dan Kalimantan Barat umumnya. Tapi bagi daerah lain, nama rumah panjang saham ini sangat unik. Menurut
cerita orang tua terdahulu rumah panjang saham didirikan pada tahun
1875. Rumah tersebut terdiri dari 35 pintu dan panjang 180 meter yang
dihuni oleh suku Dayak Kanayatn Bukit. Kehidupan sosial masyarakatnya memegang teguh adat istiadat, tradisi.budaya dan kehidupan bersama (gotong royong).
Dirumah
panjang tersebut terdapat seniman pemahat ukiran kayu belian (ulin) dan
kayu keras lainnya. Terletak di Dusun Saham Desa Saham Kecamatan Sengah
Temila.
Desa
Saham terdiri dari satu rumah panjang dan rumah-rumah tunggal yang
mengikuti pola masa kini. Sebelumnya seluruh penduduk tinggal disatu
rumah panjang sebagai satu kelompok masyarakat. Bagi masyarakat Dayak,
Rumah panjang bukan hanya berfungsi sebagai rumah tinggal, namun juga
sebagai pusat perkembangan budaya serta tradisi.
Sebagai peninggalan budaya Dayak Kanayatn, rumah panjang di Saham layak dijadikan objek pariwisata. Adapun faktor-faktor yang mendukung itu adalah kegiatan budaya, kesenian, adat istiadat, kehidupan religi, pertanian, mata pencaharian, kehidupan bermasyarakat. Sebagai pusat kebudayaan rumah panjang juga merupakan pusat lahirnya jenis-jenis kesenian yang berkaitan langsung dengan adat istiadat dalam bentuk upacara-upacara. Masyarakat Dayak selalu menandai setiap peristiwa dalam kehidupan dengan upacara, dalam kondisi inilah lahir tarian, musik, seni ukir, seni tato, seni menganyam, tenun, tata boga, dan sebagainya.
Sebagai contoh upacara mengawali dan mengakhiri proses perladangan. Sebelum musim tanam dimulai, dilakukan upacara untuk memberkati seluruh peralatan yang digunakan dalam pertanian, dengan upacara adat untuk mendapat restu dari roh leluhur serta Jubata ( Yang Maha Tinggi ). Seluruh rangkaian proses pertanian tersebut ditutup dengan upacara memanjatkan syukur ( Naik Dango ). Diupacara inilah biasanya masyarakat Dayak di rumah panjang Saham tampil dengan busana adat terbaik, perhiasan, tari, musi, makanan-makanan dan minuman khas tradisi Dayak. Seluruh rangkaian upacara tersebut masih dapat kita temui di rumah Panjang Saham.
Sebagai peninggalan budaya Dayak Kanayatn, rumah panjang di Saham layak dijadikan objek pariwisata. Adapun faktor-faktor yang mendukung itu adalah kegiatan budaya, kesenian, adat istiadat, kehidupan religi, pertanian, mata pencaharian, kehidupan bermasyarakat. Sebagai pusat kebudayaan rumah panjang juga merupakan pusat lahirnya jenis-jenis kesenian yang berkaitan langsung dengan adat istiadat dalam bentuk upacara-upacara. Masyarakat Dayak selalu menandai setiap peristiwa dalam kehidupan dengan upacara, dalam kondisi inilah lahir tarian, musik, seni ukir, seni tato, seni menganyam, tenun, tata boga, dan sebagainya.
Sebagai contoh upacara mengawali dan mengakhiri proses perladangan. Sebelum musim tanam dimulai, dilakukan upacara untuk memberkati seluruh peralatan yang digunakan dalam pertanian, dengan upacara adat untuk mendapat restu dari roh leluhur serta Jubata ( Yang Maha Tinggi ). Seluruh rangkaian proses pertanian tersebut ditutup dengan upacara memanjatkan syukur ( Naik Dango ). Diupacara inilah biasanya masyarakat Dayak di rumah panjang Saham tampil dengan busana adat terbaik, perhiasan, tari, musi, makanan-makanan dan minuman khas tradisi Dayak. Seluruh rangkaian upacara tersebut masih dapat kita temui di rumah Panjang Saham.
Jika
kita ingin mengunjunggi tempat ini tidak terlalu susah dan mudah sarana
transportasi ia terletak sekitar 52 Km dari Ngabang ditempuh dengan
mengunakan mobil 1, 5 jam. (wan)
Naik Dango
UPACARA Naik
Dango yang merupakan kegiatan ritual seputar panen padi adalah ungkapan
syukur masyarakat Dayak kepada Sang Pencipta akan hasil yang telah
diperoleh. Upacara ini diadakan di setiap kabupaten.
Tempat
penyelenggaraan dilaksanakan bergantian antar kecamatan setiap tahun,
ditetapkan oleh Dewan Adat kabupaten setempat. Disamping upcara adat,
diadakan pula pesta wisata dan budaya Naik dango yang diisi dengan
pertunjukan kesenian, lomba permainan tradisonal, lombakesenian daerah,
pameran, seminar kebudayaan dan pasar rakyat. Upacara ini diadakan
setiap tanggal 27 April setiap tahunnya. Semua kecamatan di Kabupaten
Landak wajib turut serta memeriahkannya upacara naik dango bersama kontingen dan masyarakat. Acara ini setiap tahun diselengarakan dua kabupaten yaitu Kabupaten Landak dan Kabupaten Pontianak. (wan)
Tumpang Negeri dan Ziarah Akbar
Tumpang Negeri dan Ziarah Akbar
ACARA
budaya Tumpang Negeri dan Ziarah Akbar merupakan upaya dari pihak
Keraton Ismahayana Landak dan masyarakat di sekitar Keraton untuk
melestarikan adat istiadat yang telah diwariskan oleh leluhur.
Khusus ziarah
akbar ke makam pendiri Kerajaan Landak Abdul Kahar di Desa Munggu
Kecamatan Ngabang. Tumpang Negri yang terdiri dari upacara, prosesi
pelepasan tumpang, makan saprahan.
Kegiatan
ziarah akbar dan Tumpang Negri ini, tidak ditentukan secara pasti kapan
pelaksanaannya, tetapi tetap membaca tanda-tanda alam.
Adapun makna dari
kegiatan atau acara Tumpang Negeri, merupakan kegiatan, yang berawal
dari kearifan lokal orang Melayu, atau orang laut di Kabupaten Landak,
Kearifan lokal merefleksikan, manusia bukanlah mahluk berkuasa. Ketika terjadi bencana alam, manusia tidak bisa menghindar. Menyadari manusia mahluk lemah, supaya manusia menjadi kuat, ia harus berinteraksi dengan alam. Bekerja sama dengan alam, jauh lebih baik daripada menaklukan alam.
Alam ada dua. Alam gaib dan nyata. Kearifan lokal masyarakat setempat, manusia harus bisa berinteraksi dengan alam gaib.
Kearifan lokal merefleksikan, manusia bukanlah mahluk berkuasa. Ketika terjadi bencana alam, manusia tidak bisa menghindar. Menyadari manusia mahluk lemah, supaya manusia menjadi kuat, ia harus berinteraksi dengan alam. Bekerja sama dengan alam, jauh lebih baik daripada menaklukan alam.
Alam ada dua. Alam gaib dan nyata. Kearifan lokal masyarakat setempat, manusia harus bisa berinteraksi dengan alam gaib.
Melalui
upacara Tumpang Negeri, masyarakat seolah ingin memberi tahu, bahwa
mereka akan melaksanakan perhelatan besar selama setahun.
Tujuannya, supaya semua diberi kemudahan dalam melakukan sesuatu. Yang bertani mengharapkan kemudahan dalam bercocok tanam. Bagi yang bekerja di sektor usaha, dimudahkan dalam berusaha. Dan berbagai kemudahan dalam menjalankan aspek hidup lainnya. Masyarakat menginginkan ”mereka” yang berada di alam gaib ikut menjaga, ketika manusia menggunakan sungai dan menggunakan jalan, tidak diganggu. Bagi sebagian besar masyarakat Kalimantan, sungai merupakan urat nadi kehidupan. Jalur perekonomian dan transportasi.
Kita meminta kepada Tuhan, yang berkuasa atas mahluk-mahluk, supaya urat nadi kehidupan ini tidak diganggu.
Jadi, bukan meminta kepada alam gaib. Bila meminta pada alam gaib, sifatnya menjadi sirik dan menyekutukan Tuhan. Itulah, makna filosofinya.
Acara Tumpang Negeri, mempunyai dua dimensi. Pertama, merupakan suatu doa, supaya terhindar dari segala balak, bencana alam dan penyakit. Kedua, permohonan keselamatan dan kesejahteraan. Supaya tahun mendatang, segala kehidupan akan lebih baik dan sejahtera. (wan)
Tujuannya, supaya semua diberi kemudahan dalam melakukan sesuatu. Yang bertani mengharapkan kemudahan dalam bercocok tanam. Bagi yang bekerja di sektor usaha, dimudahkan dalam berusaha. Dan berbagai kemudahan dalam menjalankan aspek hidup lainnya. Masyarakat menginginkan ”mereka” yang berada di alam gaib ikut menjaga, ketika manusia menggunakan sungai dan menggunakan jalan, tidak diganggu. Bagi sebagian besar masyarakat Kalimantan, sungai merupakan urat nadi kehidupan. Jalur perekonomian dan transportasi.
Kita meminta kepada Tuhan, yang berkuasa atas mahluk-mahluk, supaya urat nadi kehidupan ini tidak diganggu.
Jadi, bukan meminta kepada alam gaib. Bila meminta pada alam gaib, sifatnya menjadi sirik dan menyekutukan Tuhan. Itulah, makna filosofinya.
Acara Tumpang Negeri, mempunyai dua dimensi. Pertama, merupakan suatu doa, supaya terhindar dari segala balak, bencana alam dan penyakit. Kedua, permohonan keselamatan dan kesejahteraan. Supaya tahun mendatang, segala kehidupan akan lebih baik dan sejahtera. (wan)
Makan Juang Mandor
MAKAM Juang Mandor merupakan
bukti sejarah tragedi kekejaman masa penjajan Jepang. Tidak heran atas
kekejaman ini, hampir satu generasi orang-orang pintar di Kalimantan
Barat ini hilang. Yang dibunuh dimasukan dalam 10 makan itu puluhan ribu orang dari berbagai kerajaan, cendikiawan, dan masyarakat yang berpengaruh baik dari etnis Melayu, Dayak, dan Cina dari seluruh daerah Kalimantan Barat. Mereka dibawa dan dibunuh dengan cara kepala ditutup dengan karung lalu dipengal dan dimasukan ke dalam lobang kuburan/kuburan masal sebanyak 10 lubang kuburan.
Makam
juang Mandor merupakan akibat terjadinya peristiwa pembunuhan massal
pada 28 Juni 1944 oleh penjajahan Jepang. Menurut catatan sejarah
sebanyak 21.037 korban pembunuhan tersebut dimakamkan di 10 makam ini.
Lokasi
ini terletak di Desa Mandor Kecamatan Mandor. Setiap tanggal 28 Juni,
dilakukan upcara di makam tersebut, mengenang tragedi berdarah Mandor.
Makam Juang Mandor ini terletak 70 Km dari Ngabang, cukup mengunakan
mobil selama 1, 5 jam kita sudah sampau di lokasi ini. (wan)
Keraton Kerajan Landak
MENGUNJUNGGI istana
ini terbilang istimewa, lantaran Anda bukan hanya dapat menikmati
kekhasan seni rancang-bangun rumah panggung Istana Kesultanan Landak,
melainkan juga koleksi-koleksi bendawi yang bernilai sejarah yang
dipajang di sana. Selebihnya, Anda pun dapat menikmati keindahan Sungai
Pinyuh dari gardu pandang istana yang
terletak
tidak jauh dari halaman Istana Ilir. Namun, sebelum itu, ada baiknya
bila Anda menilik seperti apa istana dan juga sejarah yang menaungi
Kerajaan Landak dengan berkeliling kompleks istana terlebih dahulu.
Istana
Landak di Ngabang yang dibangun menghadap ke Sungai Landak ini berupa
rangkaian rumah panggung khas Melayu Kalimantan Barat yang memanjang ke
belakang. Istana ini memiliki fondasi, lantai dan dinding, serta atap
sirap dari kayu belian sebagai bahan utamanya. Bangunan istana yang
memiliki kombinasi bentuk atap pelana dan limasan ini terdiri atas dua
bagian, yaitu balairung atau tempat pertemuan (bagian
depan)
dan tempat tinggal sultan (bagian belakang). Kedua bagian istana
tersebut dihubungkan oleh selasar yang juga terbuat dari kayu belian.
Keraton
ini kini berlaku sebagai museum, tempat memamerkan koleksi-koleksi
bendawi peninggalan sultan-sultan sebelum Gusti Suryansyah Amiruddin.
Tempat memajang segala benda bersejarah peninggalan Kerajaan Landak masa
lampau berada di Istana Ilir.
Sementara,
Istana Ulu berfungsi sebagai tempat tinggal para kerabat sultan. Museum
ini terdiri dari empat ruangan di mana masing-masing menampilkan jenis
yang berbeda dari keseluruhan koleksinya.
Istana Landak terletak sekitar 50 meter di sebelah barat Sunagi Landak yang
membelah Kota Ngabang. Keberadaan sungai yang masih difungsikan oleh
masyarakat setempat sebagai jalur transportasi air ini, menuju ke arah
Mungguk. Keraton atau Istana Kesultanan Landak terletak di Jalan
Pangeran Sancanata, Kota Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan
Barat, Indonesia.
Dari terminal bus di Ibu Kota Kabupaten Landak Ngabang,
wisatawan dapat naik ojek yang berada di sekitar terminal dengan ongkos
sekitar Rp 10.000,- untuk menuju ke Jalan Pangeran Sancanata (November
2008).
Sesampainya di jalan ini, Anda dapat langsung melihat kompleks Keraton Landak yang terletak di tepi jalan.
Wisatawan
tidak dipungut biaya alias gratis. Kendati demikian, diharapkan
pengunjung memiliki kesadaran untuk memberikan sedikit uang sebagai
biaya perawatan dan fasilitas pemandu selama berwisata di istana ini.
Sebagai
bagian dari layanan kunjungan ke kompleks istana pelancong akan
mendapatkan pelayanan pemandu wisata. Sang pemandu, yang notabene masih
kerabat Keraton Landak, akan menuturkan berbagai kisah dengan baik
bagaimana sejarah keraton ini. Selain itu, wisatawan akan memperoleh
keterangan-keterangan singkat mengenai seni
rancang-bangun, koleksi, dan sebagainya. (wan)
Rumah Panjang Banua Pantu
SELAIN rumah panjang saham, di Kabupaten Landak juga ada rumah panjang lain. Tepatnya di
Desa Tebedak Kecamatan Ngabang. Rumah Panjang ini dinamakan masyarakat
setempat rumap panjang Banua Pantu. Boleh dikatakan rumah panjang ini,
pada umumnya berasal dari kayu belian (ulin), dan merupakan salah satunya
rumah panjang dekat dengan Kota Ngabang. Keberadaan rumah panjang ini,
nyaris tak terdengar dan tidak salah jika kita melihat secara dekat,
keberadaan rumah panjang yang langka ini.
Letak bangunan tua ini persisnya, ketika kita hendak ke Desa Tebedak mau menuju arah Sanggau. Sebelum jembatan baru, sisi kanan ketika kita mau turun ke rumah panjang Dayak Banua Pantu ini, sisi kiri kanan jalan hampir ditutupi pepohonan yang rindang.
Menurut penghuni rumah panjang tersebut, bangunan tu ini sudah berdiri sejak tahun 1940 an, dan mulai digunakan pada tahun 1950 an. Artinya umur banguan tua ini hampir sama dengan umur kemerdekaan bangsa kita. Malah dari sisa-sisa bangunan ini, masih ada peninggalan beruapa tangga dari kayu belian asli, berbentuk tipakan-tipakan. Sementara didalam rumah panjuang itu ada 7 kamar. Dan yang masih bisa digunakan hanya 5 kamar, 2 kamar lainnya sudah tidak layak pakai lagi. Tentunya sebagai bangsa yang besar, sudah pasti tidak melupakan sejarah, dengan kata lain aset peninggalan budaya berbentuk rumah panjang harus dipertahankan. (wan)
Letak bangunan tua ini persisnya, ketika kita hendak ke Desa Tebedak mau menuju arah Sanggau. Sebelum jembatan baru, sisi kanan ketika kita mau turun ke rumah panjang Dayak Banua Pantu ini, sisi kiri kanan jalan hampir ditutupi pepohonan yang rindang.
Menurut penghuni rumah panjang tersebut, bangunan tu ini sudah berdiri sejak tahun 1940 an, dan mulai digunakan pada tahun 1950 an. Artinya umur banguan tua ini hampir sama dengan umur kemerdekaan bangsa kita. Malah dari sisa-sisa bangunan ini, masih ada peninggalan beruapa tangga dari kayu belian asli, berbentuk tipakan-tipakan. Sementara didalam rumah panjuang itu ada 7 kamar. Dan yang masih bisa digunakan hanya 5 kamar, 2 kamar lainnya sudah tidak layak pakai lagi. Tentunya sebagai bangsa yang besar, sudah pasti tidak melupakan sejarah, dengan kata lain aset peninggalan budaya berbentuk rumah panjang harus dipertahankan. (wan)
Riam Jambu
RIAM Jambu memiliki 17 riam dengan panjang kurang lebih 2
Km. Lokasi ini paling cook untuk olahraga arung jeram tingkat menengah
sampai mahir megingat tingkat kesulitanya cukup tingggi. Disekitarnya
masih banyak terdapat hutan lindung yang kaya akan flora dan fauna. Riam
Jambu dapat digunakan untuk ekowisata seperti memancing
ikan dan undang. Jika kita ingin berpergian ketenpat ini, tidak usah
repot, karena terletak di Desa Jambu Tembawang Kecamatan Air Besar.
Terletak 50 Km dari Ngabang, ditempuh dengan mengunakan mobil dan speedboat selama 2 jam. (wan)
Air Terjun Panga’ak
AIR
Terjun Panga’ak memiliki tiga tingkatan air terjun, tingkat pertama di
atas memiliki ketinggian 21 meter, tingkat kedua 10 meter dan tingkat
ketiga 6 meter. Disekitar air terjun masih ditumbuhi pohon yang besar dan rindang dengan hamparan bebatuan yang beraneka ragam. Keunikannya terletak dibelakang/dibalik air terjun tingkat kedua: masih terdapat sarang burung walet yang bersarang dan tinggal disana. Terletak di Dusun Sungai Durian Desan Antan Rayan Kecamatan Ngabang, 44 Km dari Ngabang, di tempuh mengunakan mobil atau sepeda motor selama 1, 5 jam. (wan)
Wisata Kuliner
SAMA halnya dengan daerah di Kalimantan Barat, Kabupaten Landak mempunyai kue
atau makanan yang tiada duanya. Jika sudah mampir di Bumi Intan, tidak
abdil rasanya mencoba kue Rutikap yang terbuat dari bahan dasar gedum dan telor. Selain itu yang paling terkenal adalah kue Dange. Kue ini bahan dasarnya dari kelapa parut dan dicapur beras ketan. Selian rasanya gurih dan tahan lama. Makanan
ini bisa kita jumpai di berapa took di Ngabang dan sekitranya.Ada
baiknya kue-kue ini sebga oleh-oleh untuk saudara maupun istri tercita
ataupun pacar. Kue cirri khas Kabupaten Landak ini, bisa juga kita
jumpai keti lebara atau Hari Raya Idul Fitri. (wan) (Dimasukkan oleh
Staf SDM Disbudpar Prov. Kalbar).

Rutikap kue Dange, enaknya.......
BalasHapus